Beberapa Istilah dalam Bahasa Jawa Menyebut Nama Benda

Ketika sedang mencari kumpulan istilah dalam bahasa Jawa halus maka dengan tidak sengaja saya menemukan nama-nama benda dalam bahasa Jawa kuno yang terlihat sangat berbeda ketika kita bandingkan dengan nama asli dalam bahasa Indonesia. Tidak jarang kalau mendengar penyebutan suatu nama dalam bahasa Jawa terkesan lucu dan menggelikan, ini karena istilah tersebut memang digunakan semenjak zaman dahulu dan mengacu pada barang disekitar kita yang mungkin selama ini belum diketahui oleh generasi muda. Untuk memahami apa saja contoh nama benda dalam bahasa Jawa, berikut ulasan singkat yang mungkin akan berguna bagi anda.

cewek desa yang cantik

Orang Jawa biasa menyebut benda tertentu menggunakan istilah bahasa daerah meskipun dia sedang berbicara dalam bahasa nasional, ini akan menimbulkan kebingungan bagi yang tidak mengerti dengan bahasa Jawa. Misalnya untuk orang dengan bahasa Sunda atau daerah lainnya. Bahkan meskipun sama-sama orang jawa kadang tidak jarang yang sama sekali tidak faham dengan istilah tersebut karena memang tidak pernah mendengar semenjak kecil.

Hal itu mungkin dikarenakan beberapa istilah hanya digunakan oleh orang zaman dahulu sebagai bahasa sehari-hari sedangkan pada perkembangan jaman yang semakin modern tidak ada lagi orang yang menggunakan bahasa tersebut. Bukan hanya orang kuno saja namun orang tua-tua biasanya tahu beberapa istilah lama yang sudah jarang sekali kita dengar. Dan kalau mendengarkan cerita dari kakek nenek kita memang selalu menarik untuk disimak, beberapa bahasa mungkin tidak familiar dengan telinga kita.

Berikut contoh istilah bahasa jawa untuk menyebutkan nama benda:

  1. Kebanan = Adalah istilah yang digunakan ketika sedang mengalami masalah pada sepeda motor atau mobil, yaitu ban bocor
  2. Montor = Adalah nama untuk mobil
  3. Montor mabur = Pesawat terbang
  4. Onda = Sepeda motor
  5. Cemung = Kaleng
  6. Madang = Makan

Dan masih banyak lagi beberapa kalimat bahasa Jawa yang kalau diartikan kedalam bahasa Indonesia akan sangat berbeda dari segi kosakata. Adapun beberapa kalimat atau perkataan tersebut kadangkala masih sangat sering kita dengar meskipun tidak ada yang tahu kapan persisnya istilah tersebut mulai digunakan.Apalagi kalau mendengar istilah asing yang sama sekali tidak kita pahami, akan sangat sulit membedakan mana bahasa jawa halus dan bahasa jawa ngoko yang kadang tidak memiliki perbedaan yang kentara.

Dalam belajar mengenal bahasa daerah lebih dalam, akan sangat penting kalau kita tetap menjaga kelestarian bahasa tersebut sehingga penting pula mempelajari beberapa istilah yang mungkin terdengar asing bagi telinga kita namun tidak ada salahnya kalau kita mulai belajar lebih dalam mengenal bahasa tersebut sehingga tidak akan kehilangan ciri khas sebagai orang jawa. Begitu pula dengan bahasa daerah lain, hendaknya tetap dipelajari agar anak cucu pewaris kita kelak tetap mengerti akan budaya daerah yang mencerminkan ciri khas dari daerah kita sendiri.

Leave a Reply