Skema Rangkaian Tone Control IC NJM4558, Jernih dan Minim Noise

Dari beberapa skema tone control menggunakan middle dan rangkaian sederhana lainnya maka kali ini kita akan mengambil beberapa contoh skema tone control yang dapat Anda buat sendiri dirumah. Ini dikarenakan rangkaian tersebut tidak terlalu rumit dan komponen-komponen yang dipakai juga mudah diperoleh di toko elektronik terdekat.

Silakan memilih seperti apa rangkaian yang dikehendaki barangkali ada yang cocok untuk Anda, atau ada yang masuk dalam penggunaan apabila dipasangkan dengan power amplifier yang dipakai, sehingga dapat menghasilkan kualitas suara yang memuaskan.

Tone control mono sederhana dengan bass dan treble

Ini merupakan salah satu jenis tone control yang mudah dibuat, menggunakan konfigurasi mono memastikan bahwa jumlah komponen yang digunakan tidak terlalu banyak. Apabila Anda ingin memasang pada perangkat stereo, maka tinggal mengalikan dua atau membuat satu lagi channel agar dapat dipasangkan dengan power amplifier yang sesuai.

Contoh tone control sederhana

Dari skema diatas kita dapat melihat betapa rangkaian ini memang sangat sederhana, komponen utama yang digunakan adalah sebuah ic op amp, dengan dukungan beberapa capasitor dan resistor sehingga dapat menghasilkan suara yang maksimal, dan akhirnya dapat memenuhi keperluan kita dalam merangkai amplifier sesuai kegunaan.

Parametrik Tone Control IC JRC4558

Melanjutkan skema nomor 1, maka kali ini kita akan membahas mengenai rangkaian tone control stereo yang lebih kompleks, menggunakan IC yang sangat bagus sehingga dapat mengendalikan 2 channel sekaligus hanya dengan satu buah IC, dan komponen lain yang diperlukan juga tidak terlalu banyak sehingga kita dapat membuatnya sendiri dengan lebih mudah.

Parametric tone control

Dapat dilihat pada skema diatas bahwa komponen utama dari tone control tersebut adalah sebuah IC 4558 yang memiliki konfigurasi cukup ringkas dengan beberapa komponen pendukung disekitarnya. Jenis tone control parametric seperti ini digemari karena lebih ringkat apabila digunakan menggunakan box DIY yang memungkinkan efisiensi tempat dan pengaturan pun lebih mudah.

Tone control ini memiliki fungsi loudness yang memastikan kualitas suara yang dihasilkan memiliki pilihan lebih variatif, dan juga kontrol volume, bass, dan treble akan menghasilkan output sangat memadai apalagi kalau dipasangkan dengan power amplifier yang sesuai.

Tone control diatas bekerja pada tegangan 12 volt menggunakan trafo CT.

Tone control menggunakan bass, treble, dan middle

Ini adalah salah satu tone control yang memiliki fungsi cukup baik, karena memiliki rentang pengaturan yang lebih lengkap daripada dua tipe tone control sebelumnya. Fungsi ini adalah kontrol middle atau mid range dimana kita memiliki kontrol untuk nada-nada tengah disamping bass dan treble, sehingga diharapkan dapat memberikan hasil lebih baik dari yang sebelumnya.

Daftar komponen yang digunakan pada tone control diatas juga lebih banyak dari sebelumnya, dan kalau kita menghendaki channel stereo maka tinggal menambahkan satu lagi skema persis seperti diatas sehingga dapat digunakan untuk power amplifier stereo yang sesuai.

Skema Kompor Induksi Sederhana, Tidak Menggunakan Gas Elpiji

Pengertian Kompor Induksi

Kompor induksi adalah perangkat yang bekerja dengan mengubah tegangan listrik menjadi panas yang selanjutnya dimanfaatkan untuk memasak. Tidak seperti kompor pada umumnya yang menggunakan bahan bakar gas elpiji, kompor induksi mematangkan masakan dengan panas yang dihasilkan oleh lilitan kawat khusus yang terhubung dengan rangkaian kompor induksi.

Dengan kompor induksi, orang tidak perlu lagi memasak dengan api karena panas yang biasanya dihasilkan oleh nyala api sudah digantikan dengan panas dari lempengan lilitan induksi, sehingga dapat membuat masakan matang hanya dengan menempelkannya pada papan induksi tersebut.

Pemerintah Galakkan Penggunaan Kompor Induksi

Baru-baru ini pemerintah mulai menggalakkan pengalihan dari kompor gas elpiji ke kompor induksi, mengingat harga gas yang kian mahal sehingga diharapkan kompor listrik induksi dapat jadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan biaya lebih murah.

Namun masih terdapat ganjalan dalam program peralihan ini mengingat penggunaan daya listrik di masyarakat masih banyak yang tidak memenuhi syarat untuk kompor induksi. Saat ini belum ditemukan teknologi kompor induksi dengan komsumsi daya rendah. Yang mana ini akan memberikan efek baik karena kompor induksi akan mudah diterima apabila daya yang digunakan relatif rendah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan program konversi kompor gas LPG ke kompor induksi, hal ini dilakukan dalam upaya untuk mengurangi emisi karbon. Pertimbangan lain dari penggunaan kompor induksi adalah import gas dapat ditekan.

Penggunaan kompor induksi untuk saat ini terbatas hanya pada daya listrik 900A ke atas, sedangkan masyarakat yang inslatasi listriknya masih menggunakan daya 450A tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk kompor induksi. Sementara menaikkan daya listrik yang digunakan masyarakat adalah hal yang dapat menimbulkan masalah baru apabila terkait dengan ekonomi masyarakat bawah khususnya.

Rangkaian Kompor Induksi Sederhana

Meskipun peminat kompor induksi masih terbatas namun banyak juga yang sudah melakukan praktek penggunaan perangkat ini, bahkan ada yang membuatnya secara DIY.

Bagi Anda yang gemar merakit perangkat elektronika, berikut skema rangkaian kompor induksi dengan komponen utama 1 IC dan komponen pendukung lainnya.

Nampak pada gambar datas komponen yang digunakan untuk membuat kompor induksi tidak terlalu banyak sehingga tidak akan menyulitkan Anda mencarinya.

Jalur rangkaiannya juga tidak terlalu rumit sehingga Anda dapat berkreasi membuatnya sendiri.

Jika Anda berencana membeli kit yang sudah jadi, di toko online sudah tersedia pula sehingga Anda tinggal merakitnya saja dengan elemen induksi yang sesuai.

Referensi: https://rangkaianelektronika.info/skema-rangkaian-untuk-merebus-air-telur-makanan-dengan-kompor-listrik/

Rangkaian Power Amplifier OCL 300 watt Ronica Pakai Transistor Jengkolan

Memiliki rangkaian OCL 300 watt transistor jengkolan rasanya sangat memuaskan apalagi kalau kita bisa membuat skema ocl 150 watt mono menjadikannya sebagai pcb layout untuk selanjutnya dirangkai menjadi rangkaian siap pakai.

Rasanya ada kepuasan tersendiri kalau bisa merangkai sebuah kit amplifier dengan daya tinggi, dengan pemilihan komponen sesuai kehendak hati sehingga rasa puas dalam hati tidak akan mudah diukur dengan materi, namun memberikan kepuasan dalam hati sehingga kita patut memperhitungkan setiap material dan langkah pembuatan sampai akhirnya perangkat ampli 300 watt siap digunakan.

 

Skema

Merancang sendiri skema power 300 watt memang tidak mudah, meskipun diluar sana sudah banyak kit yang menjual rangkaian power amplifier ini namun rasanya lebih puas kalau kita dapat membuatnya sendiri. Untuk itu, dibawah ini ada satu contoh skema ampli ocl 300 wat mono yang dapat dikembangkan sendiri sehingga menghasilkan rangkaian stereo dengan kualitas suara tidak mengecewakan.

Skema power ampli 300 watt ronica

 

Dari skema power ocl 300 watt diatas kita dapat mengembangkan sendiri sehingga menghasilkan rangkaian amplifier 300 watt stereo menggunakan transistor, yang akan menghasilkan suara lebih baik dari hanya sekedar mono. Ini patut digambarkan dengan mudah pada pcb untuk membuat layout yang ringkas dan sederhana, penataan komponen yang lebih kompak sehingga menghasilkan rangkaian yang layak digunakan sendiri maupun dijual.

Amplifier ini dirancang untuk memakai transistor dengan daya tinggi sehingga dapat menghasilkan kualitas suara yang cocok untuk penggunaan diluar rumah misalnya untuk sound system atau kegunaan lain yang memerlukan watt besar pada rangkaian power amplifiernya. Dengan konstruksi yang baik, modul ini mampu menghasilkan kinerja berkualitas tinggi hingga mencapai 300 watt, namun kuatnya output yang dihasilkan tidak luput dari power supply yang digunakan, kalau mampu memasok tegangan dc stabil dengan ampere tinggi maka hasil yang diperoleh juga bagus. Dengan driver dan output transistor yang ditentukan itu terbatas pada tegangan DC +/- 70 volt.

 

Layout PCB

Melarutkan sendiri skema yang ada kedalam pcb kosong juga perlu perhitungan matang, terutama penataan yang baik sehingga terlihat kompak dipandang dan dapat memberikan kesan ringkas namun cukup tertata rapi.

Dari contoh skema ocl 300 watt diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa masing-masing komponen yang digunakan memang termasuk mudah ditemukan di pasaran. Bahkan untuk transistor penguat sendiri sangatlah umum sehingga kita tidak akan mengalami kesulitan dalam mencarinya.

Kalau kita mencari transistor jengkolan untuk ampli 150 watt ocl atau 300 watt memang perlu memahami dengan teliti karena ada beberapa macam dilihat dari harganya. Yang lebih mahal tentu menghasilkan kualitas lebih baik, sehingga ini perlu menjadi pertimbangan pula sebelum memutuskan untuk membeli masing-masing komponen tersebut. Pemilihan komponen yang baik mulai dari resistor, elco, transistor, sampai kabel-kabel yang digunakan juga mempengaruhi hasil yang didapatkan, kita dapat mengambil beberapa opsi terkait biaya dan penggunaan tiap komponen pendukung tersebut.

Tinggal bagaimana kita mengakali dengan kreatifitas untuk menghasilkan kit yang ringkas dan menarik, serta penggunaan adaptor atau power supply yang memadai sehingga pasokan tegangan terpenuhi, pada akhirnya akan menghasilkan power maksimal dan dapat mengangkat loudspeaker yang digunakan. Tentu ini perlu perhitungan yang rinci dan sangat menyeluruh sehingga kita tidak melakukan kesalahan dalam berbagai segi sehingga semua dapat tercakup.

Fungsi CRT Televisi, Pengertian dan Kepanjangan (struktur dalam tv crt)

Fungsi CRT pada TV adalah sebagai komponen utama yang menunjang terbentuknya gambar sehingga bisa tampil di layar dan akhirnya dilihat oleh kita sebagai pemirsa. Sehingga lebih baik kalau memahami apa itu pengertian crt tv dan juga kepanjangan pada pesawat televisi sehingga kita dapat menarik sebuah kesimpulan penting mengenai komponen yang satu ini serta perannya dalam perangkat elektronika misalnya perangkat yang menggunakan komponen tabung atau crt.

Struktur dalam CRT TV terdiri dari beberapa bagian penting yang akan menyusun satu kesatuan sehingga dapat memproses sinyal dari rangkaian PCB dan diteruskan mengolahnya menjadi pancaran gambar pada layar crt.

 

Pengertian dan kepanjangan

Layar tabung pada televisi atau CRT adalah singkatan dari Cathode Ray Tube jadi kepanjangan crt sudah kita ketahui. Perangkat ini merupakan komponen utama sebuah pesawat televisi monitor komputer serta perangkat lainnya yang menggunakan teknologi crt sebagai penampil gambar.

Pengoperasian komponen CRT pada prinsipnya sangat simpel dan mendasar. Tabung sinar katoda terdiri dari satu atau lebih pemancar elektron, mungkin pelat defleksi elektrostatis internal dan target fosfor. CRT mempunyai 3 pemancar sumber elektron – satu untuk masing-masing (Merah, Hijau, dan Biru) ditunjukkan dengan jelas pada gambar. Sinar elektron menghasilkan titik kecil yang terlihat terang ketika menyerang layar berlapis fosfor.

 

Fungsi dan struktur CRT

Di setiap perangkat televisi atau monitor komputer, seluruh area depan tabung dipindai secara berulang dan sistematis dalam pola tetap yang disebut raster. Gambar (raster) ditampilkan dengan memindai berkas elektron melintasi layar. Target fosfor mulai memudar setelah waktu yang singkat, gambar perlu disegarkan terus menerus. Dengan demikian CRT menghasilkan tiga gambar warna yang merupakan warna primer yakni warna merah hijau dan biru.

Lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar struktur dalam CRT berikut ini dimana masing-masing bagian ditampilkan dengan penamaan sendiri.

Struktur CRT TV

 

Struktur CRT Televisi

Bisa kita lihat pada gambar diatas bahwa heating filament atau lampu filamen katoda pada suhu yang lebih tinggi dan elektron mengalir dari katoda yang dipanaskan ke permukaan katoda. Anoda akselerasi memiliki lubang kecil di tengahnya dan dipertahankan pada potensial tinggi, yang memiliki polaritas positif. Urutan tegangan ini adalah 1 hingga 20 kV, relatif terhadap katoda. Perbedaan potensial ini menciptakan medan listrik yang diarahkan dari kanan ke kiri di wilayah antara anoda akselerasi dan katoda. Elektron melewati lubang dalam perjalanan anoda dengan kecepatan horizontal konstan dari anoda ke layar fluorescent. Elektron menghantam area layar dan bersinar terang.

Selanjutnya deflection plate atau 2 pasang lempeng plat akan membelokkan berkas elektron. Medan listrik antara pasangan pertama pelat membelokkan elektron secara horizontal, dan medan listrik antara pasangan kedua membelokkannya secara vertikal, elektron bergerak dalam garis lurus dari lubang di anoda akselerasi ke tengah layar ketika tidak ada bidang membelokkan hadir, di mana mereka menghasilkan titik terang. Hal inilah selanjutnya yang akan dipancarkan pada layar CRT.

Cara kerja CRT

Layar CRT dilapisi dengan bahan khusus neon. Bahan neon menyerap energinya dan memancarkan kembali cahaya dalam bentuk foton ketika berkas elektron menyentuh layar. Ketika itu terjadi beberapa dari mereka memantul kembali seperti memantul bola kriket dari dinding. Ini disebut sebagai elektron sekunder. Mereka harus diserap dan dikembalikan ke katoda, jika tidak demikian mereka menumpuk di dekat layar dan menghasilkan muatan ruang atau awan elektron. Untuk menghindari hal ini, lapisan aquadag diterapkan pada bagian corong CRT dari dalam.

Melihat prinsip kerja dan fungsi CRT yang secara umum melakukan segala proses pengolahan sinyal dari rangkaian televisi dan mengubahnya menjadi gambar yang ditampilkan melalui layar maka kita dapat memahami hal ini sebagai satu kesatuan proses yang tidak dapat dipisahkan karena akan saling terkait dengan komponen yang ada di PCB atau perangkat tv itu sendiri.

200+ Tabel Daftar Persamaan Transistor Untuk Televisi, Amplifier, Power Supply

Transistor horizontal

Memiliki tabel persamaan transistor lengkap rasanya memberikan rasa lega tersendiri mengingat mencari daftar persamaan transistor maupun mosfet memang sangat diperlukan, membawa kita pada pemahaman mendalam tentang bagaimana menemukan tiap komponen yang mempunyai perbedaan satu sama lain sampai akhirnya timbul solusi dari pencarian komponen tersebut kalau satu tipe tidak ada maka dapat digantikan dengan tipe lainnya.

Hampir sama dengan daftar tabel persamaan IC lengkap yang akan dibahas dalam pertemuan lainnya maka kita patut memahami bahwa tidak selalu ada stok tipe komponen yang dicari, oleh sebab itu harus bisa menemukan komponen pengganti yang punya fungsi dan karakteristik sama dengan tipe aslinya, sehingga merangkai skema menjadi sebuah rangkaian lengkap akan dapat dilakukan dengan tukar menukar tipe komponen asalkan masih dalam persamaan dengan komponen aslinya.

 

Pentingnya mencari persamaan transistor

Dari banyaknya kasus penggantian komponen transistor yang tidak ketemu tipe asli dimana harus mencari tipe pengganti maka wajib memiliki buku panduan persamaan transistor lengkap, oleh sebab itu disini admin JalanBaron.com mencoba mengumpulkan beberapa sumber yang sudah membagikan daftar persamaan transistor power amplifier maupun tipe lain yang sering digunakan, dengan harapan dapat menyelesaikan setiap masalah terkait kendala apabila tidak ada tipe transistor yang sama maka dapat dicari penggantinya.

Meskipun banyak yang memiliki tulisan mengenai persamaan transistor yang dapat digunakan namun kalau tidak dikumpulkan dan disimpan, suatu saat akan hilang sehingga menyulitkan kita apabila ingin mencari tipe pengganti yang seharusnya dapat ditemukan.

Silakan apabila ada yang mau menambahkan akan sangat berguna bagi kami untuk terus meng-update daftar berikut ini akan lebih lengkap membantu teman lain yang memerlukannya.

KODE TRANSISTOR EROPA AMERIKA
BC107 BC107 2N929 BC583 BC239 2N5827
BC108 BC107 2N929 BC584 BC239 2N5827
BC109 BC109 2N930 BC157 BC157
BC147 BC147 A747 BC158 BC157 2N3965
BC148 BC147 A747 BC159 BC159 2N3965
BC149 BC149 A749 BC177 BCY70 2N4249
BC171 BC239 2N5827 BC178 BCY70 2N4248
BC172 BC237 2N5825 BC204 BC204 2N6015
BC173 BC239 2S5827 BC205 BC204 2N6003
BC182 BC237 2N5825 BC212 BC307 2N6003
BC183 BC237 2N5825 BC213 BC309 2N6015
BC184 BC239 2N5827 BC214 BC309 2N6017
BC207 BC207 2N4966 BC250 BC307 2N6015
BC208 BC207 2N4966 BC251 BC566B 2N3965
BC209 BC209 2N4967 BC252 BC307 2N3965
BC237 BC237 2N5825 BC261 BCY71 2N6015
BC238 BC237 2N5825 BC262 BCY71 2N6015
BC239 BC239 2N5827 BC263 BCY71 2N6003
BC317 BC167 2N5209 BC307 BC307 2N5086
BC318 BC167 2N5209 BC308 BC307 2N5086
BC319 BC169 2N5210 BC309 BC309 2N5087
BC347 BC167 2N5209 BC320 BC320 2N5066
BC348 BC167 2N5209 BC321 BC320 2N5066
BC349 BC169 2N5210 BC322 BC320 2N5067
BC382 BC237 2N5825 BC350 BC320 2N6015
BC384 BC239 2N5827 BC351 BC320 2N6003
BC407 BC207 2N4966 BC352 BC322 2N4249
BC408 BC207 2N4966 BC415 BC287 2N2222A
BC409 BC209 2N4967 BC416 BC309 2N5827
BC413 BC239 2N5827 BC417 BC204 2N5827
BC414 BC239 2N5827 BC412 BCX95 2N5086
BC415 BC307 2N6015 BC413 BC239 2N8025
BC547 BC338 2N5818 BC414 BC239
BC548 BC547 2N5818 BC357 BC320
BC549 BC548 2N5818 BC358 BC238
BC582 BC237 2N5825

2sc3182 / 2sa1265, +140 /-140 volt, 10 ampere.
2sc3181 / 2sa1264, +120 /-120 volt, 8 ampere.
2sc3180 / 2sa1263, +80 / -80 vol, 6 ampere.
2sc5200 / 2sa1943, +230 / -230 volt, 15 amp.
2sc2922 / 2sa1216, +180 / -180 volt, 17 amp.
2sc2921 / 2sa1215, +160 / -160 volt, 15 amp.
2sc2837 / 2sa1186, +150 / -150 volt, 10 amp.
2sc4468 / 2sa1695, +200 / -200 volt, 10 amp.
2sc6011 / 2sa2151, +200 / -200 volt, 15 amp.
2sc3281 / 2sa1302, +200 / -200 volt, 15 amp.
2sc3280 / 2sa1301, +160 / -160 volt, 12 amp.
2sc3284 / 2sa1303, +150 / -150 volt, 14 amp.
TIP3055 / TIP2955, +100 / -100 volt. 15 A

DAFTAR TRANSISTOR HORIZONTAL
D 868 D 2599 1500 V 2.5 A 50 W
D 869 D 2599 1400 V 3.5 A 50 W
D 870 D 2499 1500 V 5.0 A 50 W
D 871 D 2459 1500 V 6.0 A 50 W
D 1425 D 2599 1500 V 2.5 A 80 W
D 1426 D 2599 1500 V 3.5 A 80 W
D 1427 D 2499 1500 V 5.0 A 80 W
D 1428 D 2539 1500 V 6.0 A 80 W
D 1553 D 2599 1500 V 2.5 A 40 W
D 1554 D 2599 1500 V 3.5 A 40 W
D 1555 D 2499 1500 V 5.0 A 50 W
D 1556 D 2539 1500 V 6.0 A 50 W
D 2089 D 2599 1500 V 3.5 A 40 W
D 2095 D 2586 1500 V 5.0 A 50 W
D 2125 D 2539 1500 V 6.0 A 50 W
D 2253 D 2638 1700 V 6.0 A 50 W
D 2348 1500 V 8.0 A 50 W
D 2349 1500 V 10.0 A 50 W
D 2428 D 2553 1700 V 8.0 A 200 W
D 2454 D 2638 1700 V 7.0 A 50 W

2SD868 2SD2599 1500V 2.5A 50W
2SD869 2SD2599 1400V 3.5A 50W
2SD870 2SD2499 1500V 5A 50W
2SD871 2SD2459 1500V 6A 50W
2SD1425 2SD2599 1500V 2.5A 80W
2SD1426 2SD2599 1500V 3.5A 80W
2SD1427 2SD2499 1500V 5A 80W
2SD1428 2SD2539 1500V 6A 80W
2SD1553 2SD2599 1500V 2.5A 40W
2SD1554 2SD2599 1500V 3.5A 40W
2SD1555 2SD2499 1500V 5A 50W
2SD1556 2SD2539 1500V 6A 50W
2SD2089 2SD2599 1500V 3.5A 40W
2SD2095 2SD2586 1500V 5A 50W
2SD2125 2SD2539 1500V 6A 50W
2SD2253 2SD2638 1700V 6A 50W
2SD2348 2SC5280 1500V 8A 50W
2SD2349 2SC5280 1500V 10A 50W
2SD2428 2SD2553 1700V 8A 200W
2SD2454 2SD2638 1700V 7A 50W

SANYO:
2SD2578 1500V 8A 60W 25 inch
2SD2580 1500V 10A 70W 34 inch
2SD1876 1500V 3A 50W 21 inch
2SD1877 1500V 4A 50W 21 inch
2SD1878 1500V 5A 60W 21 inch
2SD1879 1500V 6A 60W 25 inch
2SD1880 1500V 8A 70W 29 inch
2SD1881 1500V 10A 70W 34 inch

PHILIPS:
BU2506D 1500V 3A 14/21 inch
BU2508D 1500V 4.5A 25 inch
BU2520D 1500V 6A 29 innch

Cara Modif Tone Control Biar Bass Nendang, Empuk, Mantap, Menghentak Dada

Memiliki rangkaian amplifier buatan sendiri memang memberikan rasa puas dalam hati, namun kadangkala masih saja ada yang dirasa kurang dari apa yang kita buat. Untuk itu, kali ini akan dibahas mengenai modif tone control bass nendang atau dengan kata lain mengubah tone control agar bass empuk dan mantap. Ini memberikan ide bagi kita akan dapat memaksimalkan sumber yang ada sehingga diperoleh sebuah rangkaian yang lebih efisien dan memuaskan dari segi keinginan kita.

Memberikan tambahan pada tone control dengan harapan akan meningkatkan kualitas suara seperti keinginan memang dapat dilakukan, khususnya mengotak atik bagian komponen yang ada hubungannya dengan potensio bass, treble, dan middle kalau memang menggunakan potensio mid.

Ini diharapkan dapat memberikan rentang frekuensi yang lebih luas atau penyetelan pada rentang frekuensi tertentu sehingga salah satu nada yang dihasilkan tone control tersebut akan terdengar menonjol, dalam hal ini yang akan kita inginkan adalah nada bass yang lebih terasa nendang dan kuat.

 

Contoh rangkaian tone control yang dapat dirubah nilai komponennya

 

Pada prakteknya memang tidak mudah untuk mendapatkan efek bass yang kuat dan menghentak, atau istilah kerennya nendang. Karena selain mengubah tone control, kita juga memerlukan perubahan pada daya power amplifier yang lebih besar, speaker yang mumpuni, dan power supply yang mendukung.

Namun secara ringkas akan kita ulas mengenai bagaimana cara menambah nada bass pada tone control sehingga lebih empuk dan mantap.

Intinya adalah perubahan nilai resistor, dan capasitor disekitar potensio, untuk mengurangi atau menambah efek bass maka kita perlu mengubah nilai komponen tersebut, terutama resistor.

Seperti yang ditunjukkan pada skema tone control dibawah ini yang bisa memberikan gambaran pada kita. Silakan dicermati komponen sepasang resistor dan capasitor yang mengapit potensi bass pada gambar berikut.

Nilai resistor yang terhubung ke potensio dapat diubah untuk menghasilkan nada bass lebih kuat atau tipis.

Lantas seperti apa perubahan yang harus dilakukan, ini tergantung keperluan kita. Bisa dengan menambah besar nilai resistor tersebut untuk mendapatkan nada bass yang lebih kuat atau malah mengurangi nilainya, silakan ditentukan sendiri melalui percobaan.

Nilai kapasitor mylar dan resistor dapat diubah untuk menghasilkan rentang frekuensi yang berbeda.

Kalau rangkaian yang Anda miliki dirumah berbeda, kuncinya adalah sama yakni perubahan pada resistor dan capasitor mylar yang berada disekitar potensio. Ini akan memberikan efek bass yang lebih berasa besar atau malah tipis, tergantung perubahan yang kita lakukan.

 

Apa yang dapat disimpulkan

Demikianlah, kita dapat memperkirakan sendiri melalui praktek dengan mengubah nilai komponen-komponen seperti atas, dan akan nampak bedanya dengan yang sebelum dirubah.

Sehingga akan cocok dengan speaker dan power amplifier yang digunakan. Kalau dirasa kurang maksimal, maka cara lain adalah menambahkan rangkaian penguat bass misalnya giga bass dan super galaxy. Namun ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri, ulasan yang lebih lengkap akan kita bahas dalam pertemuan mendatang.

Cara Modif Tone Control Agar Treble Halus dan Ngecis

Bagaimana cara modif tone control supaya treble ngecis? Ini yang sering kita tanyakan saat menngalami rangkaian tone control suara mendem dan treble kurang keluar.

Permasalahan tone control treble jelek ini sebenarnya tergantung dari banyak faktor, diantaranya:

  1. Penggunaan speaker kurang memenuhi syarat
  2. Amplifier tidak mendukung
  3. Komponen kualitas jelek
  4. Kerusakan pada potensiometer
  5. Supply tegangan kurang maksimal
  6. Dan masih banyak lagi

Modifikasi tone control agar treble keluar

Ketika mendapati kualitas audio yang kita harapkan belum sesuai keinginan, maka melakukan modifikasi jadi pilihan menarik sebelum melakukan upgrade yang lebih jauh.

Pasalnya dengan modif sendiri kita dapat menentukan masing-masing komponen dengan kualitas terbaik, dilain sisi juga akan dapat menekan biaya yang lebih terjangkau ketimbang beli kit yang sudah siap pakai.

Menarik disimak: Modif tone control menaikkan bass dan treble

Kalau kita ada keahlian solder-menyolder dan meneliti komponen elektronika, maka bukan hal sulit melakukan modifikasi ini. Hanya perlu kesabaran dan ketekunan untuk melakukannya disamping kemampuan yang tentunya harus terus kita asah.

Merubah nilai nilai komponen

Untuk mendapatkan treble yang lebih keluar pada tone control maka kita dapat melakukan perombakan pada komponen yang terhubung dengan jalur potensio dimana jalur tersebut mengatur besar kecilnya suara treble yang dihasilkan.

Silakan cermati pada gambar skema diatas, kita dapat merubah nilai capasitor mylar yang terhubung langsung dengan potensi pengatur nada treble.

Perubahan nilai kapasitor dan resistor akan berpengaruh pada besar kecilnya nada bass dan treble, ini akan mempengaruhi suara secara keseluruhan.

Kalau bass dikurangi, maka nada mid dan treble akan lebih menonjol, demikian pula sebaliknya.

Jadi dapat dikatakan kalau proses modifikasi ini masih saling terkait antara perubahan nada bass dan treble yang lebih baik dari sebelumnya. Yakni dengan melakukan perubahan nilai pada komponen-komponen yang terhubung dengan jalur nada tersebut.

Baca juga: Begini cara menambah efek bass pada amplifier dan speaker aktif

Perubahan pada tone control treble ngecis

Banyak orang menyukai suara treble yang mendesis dan istilahnya ngeciss pada tone control maupun rangkaian equalizer.

Namun untuk mendapatkan kualitas suara seperti ini yang perlu diperhatikan adalah dukungan speaker tweeter yang memadai, yang dapat menghasilkan suara treble yang halus dan terasa namun tidak sakit di telinga.

Perubahan komponen pada tone control jadi salah satu faktor penting disamping penggunaan tweeter yang bagus juga.

Demikian pula pemakaian power amplifier yang memadai yang dapat mendukung kualitas suara terbaik untuk menghasilkan treble yang maksimal untuk perangkat audio.

Maka pemilihan masing-masing komponen dan perangkat amat berpengaruh pada kualitas suara yang dihasilkan sehingga mampu memenuhi selera Anda akan dunia hobi audio.

2 Skema Rangkaian Lampu Tembak Atau Blitz Mobil Motor

Sebuah skema lampu tembak untuk motor atau mobil dengan model sederhana dan mudah dibuat menjadikan kita mengerti mengenai rangkaian lampu blitz mobil yang mampu memberikan cahaya terang sehingga sangat berguna untuk bermacam keperluan, termasuk bagaimana kita menggunakan perangkat tersebut untuk keperluan perjalanan di malam hari yang kian memerlukan sinar terang.

Memasang lampu tembak sendiri beserta tutorial memang tidak mudah, perlu pemahaman menyeluruh karena melibatkan bermacam komponen yang nantinya akan berdampak pada keadaan lampu blitz itu sendiri, apakah dapat difungsikan dengan baik atau malah mengganggu jarak pandang dan pengemudi lain karena kita keliru dalam pemasangannya.

Kalau dilihat secara menyeluruh sebenarnya pemasangan lampu blitz memang antara perlu dan tidak, karena hal ini tergantung hobi dan minat pemilik kendaraan bermotor saja. Kalau memang diperlukan dan sering melewati jalan gelap misalnya pulang kerja lewat hutan atau suka touring, mungkin opsi memasang lampu tembak memang sangat penting.

Rangkaian lampu blitz untuk mobil atau motor

Kalau melihat secara detail rangkaian, skema kali ini masih ada kemiripan dengan Sensor Cahaya LDR yang bentuknya sama-sama ringkas. Sebenarnya pemasangan lampu tembak ini bukanlah perkara yang rumit bagi sebagian orang yang memang sudah terbiasa bergelut dibidang otomotif, tinggal memasang saklar dan menghubungkannya dengan tegangan dari kelistrikan di mobil maka lampu dapat menyala.

Yang perlu diperhatikan adalah menyetel posisi lampu tersebut sehingga tidak mengganggu pengguna lain, karena tinggi atau rendah pemasangan sorot lampu akan sangat berpengaruh pada cahaya yang dihasilkan terutama pada pengguna lain.

Lampu blitz menggunakan bohlam

Pada skema lampu blitz diatas kita dapat melihat beberapa komponen yang digunakan, sehingga menghasilkan sebuah rangkaian dengan sistem kerja yang baik, dan kalau digunakan sebagaimana mestinya akan memberikan manfaat serta efisiensi tegangan yang digunakan.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan lampu hendaknya efisien sehingga tidak membuat boros tegangan dan membuat aki tetap bekerja optimal, mengingat daya yang diperlukan untuk menyalakan lampu blitz memang tidak besar sehingga menguras arus listrik.

Kalau dapat menemukan efisiensi ini tentu akan lebih hemat dan tepat guna, tidak akan membebani tegangan yang dihasilkan sehingga akan tetap berfungsi dengan baik meskipun sering dinyalakan.

Membuat sendiri lampu sorot blitz

Kalau kita memiliki minat besar akan sebuah hobi otomotif dan rangkaian elektronika, tentu tidak akan sulit untuk merangkai sendiri sehingga lebih hemat pengeluaran. Dan disisi lain juga ada rasa puas kalau dapat merakit sendiri rangkaian tersebut, tentunya ini memerlukan beberapa tahapan sehingga perencanaan yang dibuat dapat berjalan dengan lancar tidak menghilangkan apa yang sepatutnya ingin dicapai dari keadaan tersebut.

Lampu blitz flasher menggunakan LED

Kalau kalau terkendala masalah rangkaian yang sulit diterapkan maka dapat mencari kit lampu tembak yang sudah jadi, banyak dijual di pasaran atau sekarang mudah kita temukan di toko online, tinggal memilih jenis yang sesuai untuk penggunaan dan nantinya dapat dipasang sendiri maupun membawanya ke bengkel untuk minta tolong dipasangkan.

Skema Power Stepper Class H Watt Besar Apex H900

Keuntungan memakai power dengan daya besar memberikan pilihan bagi kita untuk mendapapatkan kualitas suara yang jernih dengan daya tinggi, sehingga penggunaan speaker ukuran besar dapat dipakai dengan maksimal.

Oleh sebab itu banyak orang berlomba-lomba merakit power ampli Stepper Class H yang memungkinkan transfer daya tinggi dengan ukuran lebih kompak, ada yang menggunakan power final mosfet, dan ada pula dengan struktur lainnya.

Salah satu yang paling populer adalah rangkaian stepper class H Apex H900, dimana konfigurasi dari power ampli ini dianggap powerful dengan menggunakan transistor yang telah didesain se efisien mungkin sehingga menghasilkan power daya tinggi dengan rangkaian yang praktis.

Keunggulan Power Stepper Class H

Seiring minat para penghobi elekttronika untuk merakit power ampli dengan konfigurasi class h stepper maka kita juga perlu memahami bagaimana keunggulan dan kekurangan dari rangkaian ini, karena ada banyak jenis rangkaian di luar sana yang bisa menjadi pilihan namun belum tentu cocok untuk diterapkan.

Berikut beberapa keunggulan stepper class H yang dapat dijadikan pertimbangan para penghobi untuk memaksimalkan daya dari ampli yang hendak dirakit, dan memberikan ruang lebih baik pada speaker dimensi besar Anda supaya bekerja maksimal.

Ukuran yang ringkas

Meskipun penggunaan komponen-komponen pada power stepper class H terbilang banyak, namun hal itu tidak mengganggu karena ruang yang dipakai pada PCB pun tidak lebar sangat.

Ini berkat perancangan skema stepper class H yang memungkinkan penataan yang baik dan efisiensi masing-masing komponen sehingga menghasilkan bentuk pcb ringkas dan bisa dipasang ke dalam box yang lebih kompak.

Terdapat pengaman

Pada konfigurasi yang lebih kompleks memungkinkan stepper class H dipasang dengan penambahan pengaman berupa relay dan alat limiter yang akan bekerja bila terjadi over voltage atau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada rangkaian power Anda.

Penambahan pengaman ini semakin populer mengungat limiter dapat bekerja dalam berbagai kondisi yang intinya menguntungkan Anda dalam keadaan tertentu yang tidak dapat dihindari.

Wiring lebih simpel

Karena ukuran yang ringkas maka memungkinkan penggunaan kabel dalam internal wiring dapat diminimalkan sehingga akan mengurangi pengkabelan yang semrawut, lebih mudah ditata dan terkesan aman.

Ini tergantung bagaimana kita menata bagian dalam power yang dipasang pada box yang sesuai sehingga menghasilkan rangkaian yang ringkas dan praktis.

Skema power class H

Berikut adalah salah satu contoh skema power class h apex H900 yang menggunakan konfigurasi sangat efisien sehingga menghasilkan power yang jernih dan bagus untuk digunakan pada perangkat Audio Anda.

Pada gambar diatas kita dapat melihat skema stepper class H yang menggunakan transistor sebagai konfigurasi pada final power nya, namun dari segi input dan pengolahan suara masig meenggunakan IC dan beberapa komponen yang mendukung.

Silakan dipelajari dan mungkin Anda berminat merakitnya maka perlu penyesuaian seperti perencanaan Anda pada penggunaan yang akan lebih baik dari sebelumnya.

Referensi: Rangkaianelektronika.info

Skema Rangkaian Subwoofer 100 watt Memakai Transistor

Dalam tulisan ini kita akan membahas skema subwoofer transistor dengan daya 100 watt, memiliki rangkaian yang cukup sederhana karena menggunakan komponen utama transistor sehingga kita bisa dengan mudah membuatnya, masing-masing komponen juga mudah ditemukan di pasaran. Membuat sendiri subwoofer dengan daya tinggi akan memberikan hasil maksimal karena penguatan yang dihasilkan dapat memberikan suara jauh lebih bagus pada woofer kita daripada keluaran amplifier biasa sehingga sangat patut untuk dicoba.

Alasan lain, memisahkan output dari woofer dengan penambahan rangkaian subwoofer aktif 100 watt akan memberikan suara yang maksimal karena disini woofer yang dipasang akan lebih fokus menghasilkan nada bass daripada tercampur dengan penguatan biasa pada amplifier yang pada umumnya akan menghasilkan nada seimbang antara nada rendah sampai tinggi.

Pada umumnya skema subwoofer dengan IC sebagai komponen utamanya lebih mudah ditemukan karena sudah sangat banyak pilihan sekarang ini, namun rangkaian yang menggunakan transistor juga tidak kalah kalau soal suara yang dihasilkan. Apalagi untuk menghasilkan suara kencang dan bass empuk dengan penguatan yang lebih baik bisa diatur dengan baik, transistor masih menjadi pilihan menarik untuk dibuat.

 

Skema dan daftar komponen

Berikut ini kita dapat menyimak komponen apa saja yang digunakan pada rangkaian subwoofer dengan watt tinggi berikut, untuk kegunaan rumahan atau dalam ruangan sudah sangat cukup mengingat daya yang dihasilkan adalah 100 watt per channel, sehingga kalau kita membuat ganda channel kiri dan kanan tentu akan menghasilkan nada bass cukup nendang untuk ukuran kegunaan sendiri.

Pada gambar diatas kita dapat melihat masing-masing nilai komponen yang digunakan, dimana komponen utama adalah 7 buah transistor yang akan menghasilkan penguatan dengan daya cukup tinggi. Kalau ingin membuat subwoofer stereo maka tinggal membuat satu sisi lagi sehingga akan menghasilkan rangkaian dengan konfigurasi lebih baik dari sebelumnya.

Yang perlu diperhatikan dari rangkaian diatas adalah saat menggambar pcb layout maka sebisa mungkin membuat jalur yang ringkas sehingga akan lebih efisien, juga mencegah timbulnya noise yang mengganggu.

Berikut ini poin-poin yang harus diperhatikan:

  1. Rangkaian ini dapat ditenagai dari catu daya ganda +35V / -35V, 5A.
  2. Menggunakan subwoofer 100W, 12 inci pada output.
  3. Semua kapasitor elco yang digunakan harus memiliki tegangan diatas 100V.
  4. Transistor Q4 ke Q7 harus dilengkapi dengan pendingin.

 

Apa yang patut diperhatikan

Penting untuk memperhatikan pasokan power supply yang digunakan pada rangkaian subwoofer dengan transistor diatas, yakni menggunakan tegangan kerja 35 volt. Konfigurasinya adalah +35 volt, ground, -35 volt.

Sehingga power supply yang digunakan harus memiliki tegangan negatif 35 volt, ini tentu dapat dibuat terpisah dari amplifier yang digunakan pada speaker lainnya sehingga akan lebih efektif dan menghasilkan tegangan yang jernih dan kuat untuk mengangkat woofer yang dipasang.

Penting juga untuk memasang plat pendingin pada transistor dengan sirip yang cukup besar, seperti halnya pada power ampli OCL karena transistor akan menghasilkan panas yang harus tersalurkan sehingga lebih lama umur pemakaiannya.